“Giliran Nias Barat ! Rapidin Simbolon Salurkan 209 Beasiswa, Desak Skema MBG Dialihkan ke Orang Tua”

“Giliran Nias Barat ! Rapidin Simbolon Salurkan 209 Beasiswa, Desak Skema MBG Dialihkan ke Orang Tua”
Bagikan :

NiasBarat.Matalensa.co.id – Hari kedua perjalanan marathon penyaluran beasiswa di Kepulauan Nias berlanjut di Desa Ambukha, Kecamatan Lolofitu Moi, Kabupaten Nias Barat, Selasa (5/8/2026).

 

Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara sekaligus Anggota DPR RI, Drs. Rapidin Simbolon, MM, kembali menyerahkan bantuan pendidikan kepada ratusan pelajar di ujung barat Pulau Nias.

 

Sehari sebelumnya, Rapidin telah menyalurkan beasiswa kepada ratusan pelajar di Desa Ndraso Hilisaetano, Kabupaten Nias Selatan. Di Desa Ambukha, suasana Aula Serbaguna sudah penuh sejak pagi. Para orang tua datang mendampingi anak-anaknya dengan membawa map berisi dokumen sekolah.

 

Saat Rapidin dan rombongan tiba, aula langsung bergemuruh.

“Ya’ahowu Pak Rapidin…!”

Sapaan khas Nias itu menggema, diiringi tepuk tangan panjang.

 

Sebanyak *209 pelajar* dari jenjang SD, SMP, SMA, hingga SMK menerima beasiswa. Besarannya disesuaikan: *Rp450 ribu untuk SD, Rp700 ribu untuk SMP, dan Rp1,8 juta untuk SMA/SMK.*

 

Penyaluran ini merupakan bagian dari program *1.050 beasiswa bagi pelajar kurang mampu di Kepulauan Nias* yang diperjuangkan Rapidin melalui koordinasi lintas komisi bersama Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI.

 

Turut hadir mendampingi, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Penyabar Nakhe, Ketua Komisi B DPRD Sumut Sorta Ertaty Siahaan, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Nias Barat, serta unsur Pemkab Nias Barat.

 

Ketua DPC PDI Perjuangan Nias Barat dalam sambutannya menyebut perhatian Rapidin terhadap Kepulauan Nias terus diwujudkan dalam bentuk nyata.

“Cinta Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Drs. Rapidin Simbolon, MM, terus bertumbuh untuk anak-anak Kepulauan Nias,” ujarnya.

 

Di hadapan orang tua dan pelajar, Rapidin menegaskan pentingnya pendidikan sebagai hak konstitusional setiap warga negara. Ia menyoroti masih banyak program pemerintah yang belum tepat sasaran akibat persoalan tata kelola, termasuk korupsi.

 

Ia bahkan menyinggung kasus dugaan korupsi pejabat kejaksaan dengan barang bukti emas 74 kilogram, serta mengkritisi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

 

Menurutnya, skema MBG perlu diubah.

“Semestinya skema ini diubah. Berikan uangnya langsung kepada orang tua. Mereka yang mengatur kebutuhan gizi anaknya, karena bagaimanapun orang tua lebih memahami dan lebih menyayangi anaknya dibanding pemerintah,” tegas Rapidin.

 

Pernyataan itu langsung disambut anggukan dan sahutan “Betul, Pak… benar itu, Pak” dari para orang tua.

 

Rapidin menjelaskan, meski bertugas di Komisi XIII DPR RI, ia tetap berkoordinasi lintas komisi bersama Fraksi PDI Perjuangan, termasuk dengan Dr. Sofyan Tan, agar bantuan pendidikan menjangkau lebih banyak pelajar di Sumut.

“Ke depan akan terus kami upayakan penambahan kuota beasiswa dan tetap saya perjuangkan melalui lintas komisi bersama Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI,” katanya.

 

Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Penyabar Nakhe menambahkan, selama beberapa tahun terakhir banyak pelajar di Nias yang belum tersentuh Program Indonesia Pintar (PIP). Kini melalui perjuangan Rapidin, bantuan pendidikan mulai kembali mengalir ke wilayah kepulauan.

 

Perwakilan Pemkab Nias Barat juga menyampaikan apresiasi. Tak hanya beasiswa, bantuan benih jagung yang sebelumnya diperjuangkan Rapidin juga sudah ditanam dan dirasakan manfaatnya oleh petani.

 

Bagi 209 keluarga di Aula Serbaguna Desa Ambukha, kehadiran bantuan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah bukti bahwa perjuangan di Senayan bisa bermuara pada hal sederhana namun vital: kesempatan anak-anak Nias untuk tetap bersekolah.

 

Road show penyaluran beasiswa ini akan terus berlanjut hingga sedikitnya *1.050 pelajar* di seluruh Kepulauan Nias menerima bantuan. Sebelumnya program serupa telah menjangkau Samosir, Toba, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Labuhanbatu Utara, Tapanuli Tengah, dan Nias Selatan.

 

(Ranto.S)

Redaksi Mata Lensa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *