“Harapan Baru dari Parlilitan : Traktor dari Rapidin Simbolon Bikin Petani Sionom Hudon Semringah”
Humbahas.Matalensa.co.id.DOLOKSANGGUL – Udara pegunungan menyelimuti Balairung Pasar Hutagalung, Desa Sionom Hudon Tonga, Kecamatan Parlilitan, Jumat (18/9/2026). Di antara bentang perbukitan dan hamparan lahan pertanian, para petani berkumpul menyambut sebuah bantuan yang telah lama dinanti.
Sebuah traktor roda empat 4WD tiba di lokasi itu. Bagi Kelompok Tani Maju Karina, alat tersebut bukan sekadar mesin pembalik tanah, melainkan harapan untuk meringankan kerja yang selama ini mengandalkan tenaga manual.
Bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) itu diserahkan langsung oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara yang juga Anggota Komisi XIII DPR RI, Drs Rapidin Simbolon MM. Ia didampingi Ketua Komisi B DPRD Sumut Drs Sorta Ertaty Siahaan.
Rapidin mengatakan bantuan ini merupakan janji reses kepada masyarakat Parlilitan yang membutuhkan alsintan.
“Ini untuk memenuhi janji saya kepada masyarakat Parlilitan sewaktu reses, berupa traktor yang memang menjadi kebutuhan,” kata Rapidin.
Ia menyebut bantuan tak berhenti di sini. Ke depan ia akan mendorong bantuan bibit jagung. “Bukan hanya traktor, bibit jagung juga akan saya giring ke depannya,” ujarnya.
Traktor yang diserahkan merupakan agricultural wheel tractor 4WD dengan atap pelindung, yang dapat digunakan untuk pengolahan tanah, menarik bajak, dan pekerjaan berat di kebun maupun sawah.
Rapidin berpesan agar alat dirawat dan dimanfaatkan untuk semua. “Kalau pun ada warga yang tidak masuk kelompok tani, agar tetap diberi kesempatan menggunakan traktor itu,” katanya.
Penasehat Kelompok Tani Maju Karina, Delpiater Sihotang, menyampaikan terima kasih. “Alat ini akan kami rawat dan jaga. Sehat selalu, Pak Dewan, dalam melaksanakan tugas. Inilah yang kami butuhkan,” kata Delpiater.
Kepala Desa Sionom Hudon Tonga Sahat Hasugian juga mengaku senang. “Terima kasih banyak Pak Rapidin Simbolon. Dengan adanya bantuan alsintan berupa traktor ini, semoga pertanian di desa kami semakin maju,” ujarnya.
Di balik kegembiraan itu, para kepala desa menitipkan persoalan lain : jalan pertanian. Kepala Desa Sionom Hudon VII Wasman Tumanggor mengeluhkan akses desanya yang membuat hasil bumi sulit keluar cepat.
Hal serupa disampaikan soal Dusun Bumus. Akses yang sulit dilalui roda dua dan roda empat membuat komoditas seperti nilam dan durian tidak maksimal terjual, padahal proposal sudah diajukan.
Menanggapi itu, Rapidin mengaku akan memperjuangkan aspirasi infrastruktur meski ada keterbatasan anggaran. “Aspirasi ini berkat amang dan inang juga sehingga saya terpilih. Sehingga aspirasi ini bisa kita nikmati bersama. Njuah-juah, horas,” tutupnya.
Bagi petani Sionom Hudon, traktor itu kini telah memiliki wujud. Di tengah tantangan jalan, mesin tersebut akan mulai bekerja membajak tanah yang menunggu musim tanam berikutnya.(Tim)
(Ranto.S)

