“Malam Mencekam di Sei Mati! Banjir Melanda Medan Katamso, Warga Mulai Evakuasi Saat Air Capai Sepintu Rumah”

Air Dilaporkan Sepintu Rumah, Warga Diminta Waspada dan Segera Mengamankan Diri
Medan.Matalensa.co.id — Banjir dilaporkan melanda kawasan Medan Katamso Kecamatan Medan Maimun GG Bidan, khususnya wilayah Sei Mati, Kota Medan, Senin malam (24/8/2026) sekitar pukul 22.30 WIB.
Informasi mengenai kondisi banjir tersebut disampaikan warga melalui media sosial dengan siaran langsung (live). Dalam laporan warga, ketinggian air disebut terus meningkat hingga mencapai sekitar setinggi pintu rumah di sejumlah lokasi.
Sejumlah warga dilaporkan mulai melakukan evakuasi mandiri dan mengungsi ke tempat yang dinilai lebih aman karena khawatir debit air terus bertambah.
Berdasarkan informasi awal yang diterima Matalensa.co.id, banjir yang melanda kawasan Sei Mati diduga berkaitan dengan tingginya debit air dari wilayah hulu.
Warga menyebut adanya informasi mengenai kondisi Sembahe dan Sibolangit yang mengalami hujan deras serta dugaan longsor di wilayah tersebut, sehingga dikhawatirkan berdampak terhadap aliran sungai yang menuju wilayah lebih rendah, termasuk kawasan Kota Medan.
Namun, dugaan tersebut hingga berita ini ditayangkan masih memerlukan verifikasi dan konfirmasi dari BPBD, pemerintah daerah maupun instansi teknis terkait. Matalensa.co.id tidak menyimpulkan bahwa longsor di Sembahe atau Sibolangit merupakan penyebab langsung banjir di Sei Mati sebelum adanya keterangan resmi.
Kewaspadaan semakin penting mengingat BBMKG Wilayah I pada Senin (24/8/2026) telah mengeluarkan peringatan mengenai potensi hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Sumatera Utara. Kondisi atmosfer tersebut berpotensi memicu cuaca ekstrem secara lokal, terutama pada siang hingga malam hari.
Situasi banjir pada malam hari menjadi perhatian karena sebagian warga masih berada di dalam rumah ketika debit air meningkat.
Warga yang berada di kawasan rendah dan dekat aliran sungai diimbau untuk tidak memaksakan diri bertahan apabila air terus meninggi. Dokumen penting, obat-obatan, telepon seluler, serta barang berharga sebaiknya segera diamankan ke tempat yang lebih tinggi.
Bagi warga yang memiliki anak-anak, lansia maupun anggota keluarga yang membutuhkan bantuan, proses evakuasi perlu diprioritaskan apabila kondisi semakin membahayakan.
Hingga berita ini disusun, Matalensa.co.id masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di lapangan, termasuk mencari konfirmasi dari pihak BPBD dan instansi terkait mengenai ketinggian air, jumlah warga terdampak, lokasi pengungsian serta penyebab pasti banjir.
Sementara itu, kondisi cuaca ekstrem memang masih menjadi perhatian di Sumatera Utara. BBWS Sumatera II Medan sebelumnya juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana sumber daya air di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih terjadi di wilayah Sumatera Utara.
Matalensa.co.id mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, dan mengikuti arahan petugas apabila proses evakuasi dilakukan.
Perkembangan situasi banjir Sei Mati–Medan Katamso akan terus kami pantau dan perbarui berdasarkan informasi resmi dari pihak berwenang.
(Red)

