Teror OTK Guncang Sei Mati, Kapolres Pelabuhan Belawan Turun Tangan : Dugaan Keterkaitan dengan Jaringan Narkoba Jadi Atensi Serius

Medan Labuhan|Matalensa.co.id
Suasana malam di Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, berubah menjadi mencekam dalam beberapa hari terakhir. Serangkaian aksi teror yang dilakukan oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK) memicu keresahan warga setelah sejumlah rumah dan kendaraan mengalami perusakan pada waktu dini hari.
Peristiwa yang terjadi berulang kali itu tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga menghilangkan rasa aman masyarakat. Warga mengaku kini hidup dalam ketakutan karena aksi tersebut diduga dilakukan secara terorganisasi dengan sasaran permukiman penduduk.
Merespons situasi tersebut, puluhan warga menghadiri pertemuan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) di Aula Kantor Kelurahan Sei Mati, Rabu malam (22/7/2026).
Pertemuan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan, bukti, dan harapan agar aparat penegak hukum segera mengungkap pelaku beserta aktor intelektual di balik aksi tersebut.
Turut hadir dalam pertemuan itu Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Aditya S.P. Sembiring, S.I.K., Kapolsek Medan Labuhan Kompol Raja Napitupulu, Camat Medan Labuhan Elias Padang, Danramil 10/Medan Marelan Kapten TNI P. Siregar, Lurah Sei Mati Yogi Fatresya Wahyu, jajaran Bhabinkamtibmas, Babinsa, kepala lingkungan, serta tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.
Aksi Teror Terjadi Saat Warga Terlelap
Berdasarkan keterangan warga, aksi perusakan hampir selalu terjadi menjelang subuh ketika sebagian besar masyarakat sedang tertidur.
Rumah-rumah warga menjadi sasaran pelemparan, sementara sejumlah kendaraan mengalami kerusakan akibat dihantam benda keras. Situasi tersebut membuat banyak keluarga memilih berjaga hingga larut malam demi menjaga keselamatan anggota keluarganya.
Sejumlah rekaman kamera pengawas (CCTV) milik warga juga telah diserahkan kepada pihak kepolisian sebagai barang bukti guna membantu proses penyelidikan.
Salah seorang warga menyampaikan bahwa para pelaku tidak dikenali oleh masyarakat setempat.
“Rekaman CCTV menunjukkan para pelaku bukan orang yang kami kenal. Kami berharap polisi segera mengungkap siapa mereka dan siapa yang menyuruh mereka melakukan aksi ini,” ujar salah seorang warga.
Diduga Berkaitan dengan Peredaran Narkoba
Dalam forum dialog tersebut, sejumlah warga menyampaikan dugaan bahwa aksi intimidasi tersebut berkaitan dengan upaya kelompok tertentu yang merasa terganggu oleh penolakan masyarakat terhadap aktivitas peredaran narkotika di wilayah tersebut.
Dugaan itu menjadi salah satu informasi yang kini sedang didalami aparat kepolisian.
Hingga saat ini, penyidik masih mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi untuk memastikan motif serta pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Aditya S.P. Sembiring menegaskan bahwa seluruh informasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi perhatian serius dalam proses penyelidikan.
“Informasi yang disampaikan masyarakat mengenai dugaan keterkaitan dengan jaringan peredaran narkotika menjadi atensi khusus kami. Seluruh laporan akan kami dalami secara profesional berdasarkan alat bukti dan fakta di lapangan,” tegas Kapolres.
Polres Tingkatkan Pengamanan
Untuk mengantisipasi terulangnya kejadian serupa, Polres Pelabuhan Belawan meningkatkan patroli di sejumlah titik rawan serta mengerahkan personel untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan mempercayakan proses penegakan hukum kepada aparat kepolisian.
Ia meminta masyarakat segera melaporkan apabila mengetahui informasi yang dapat membantu proses pengungkapan kasus.
Masyarakat Menunggu Kepastian Hukum
Bagi warga Sei Mati, yang paling diharapkan bukan sekadar penangkapan pelaku lapangan, melainkan terungkapnya siapa pun yang diduga menjadi dalang di balik aksi teror tersebut apabila memang terbukti berdasarkan proses hukum.
Keamanan lingkungan, menurut warga, merupakan hak setiap masyarakat yang harus dijamin negara. Mereka berharap proses penyelidikan berjalan secara transparan, profesional, dan memberikan kepastian hukum sehingga rasa aman dapat kembali dirasakan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi antara masyarakat, pemerintah, TNI, dan Polri menjadi kunci dalam menjaga stabilitas keamanan serta mencegah berkembangnya berbagai bentuk tindak kriminal yang meresahkan masyarakat.
(Red)

