Rapidin Simbolon Antar PIP Rp345 Juta : ‘Ikkon Tubu Ma Ihan Sian Pora-Pora'”

Rapidin Simbolon Antar PIP Rp345 Juta : ‘Ikkon Tubu Ma Ihan Sian Pora-Pora'”
Bagikan :

Samosir.Matalensa.co.id.PANGURURAN – Jejak ban kendaraan di jalan berlumpur menuju sekolah-sekolah pelosok Samosir menjadi saksi perjalanan hari kedua penyaluran beasiswa Program Indonesia Pintar oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Drs. Rapidin Simbolon, MM, Senin (21/7/2026).

 

Di balik rutinitas penyerahan bantuan, tersimpan cerita para orang tua yang mendampingi anak-anaknya di SD Negeri 18 Urat II, Kecamatan Palipi.

 

Penyerahan berlangsung sederhana. Di bawah tenda untuk berteduh dari hujan, 59 siswa SD Negeri 18 Urat II menerima PIP. Di tangan anak-anak tergenggam map berisi berkas administrasi. Di wajah orang tua tampak lega.

 

Salah seorang orang tua, Sinaga, menyampaikan rasa terima kasihnya tanpa seremoni.

 

“Kami sebagai orang tua, dari hati yang paling dalam, mengucapkan terima kasih kepada Bapak Rapidin Simbolon,” ujarnya.

 

Bagi Sinaga, kehadiran anggota DPR RI Komisi XIII itu hingga ke desa menjadi bukti nyata kepedulian.

 

“Ternyata Bapak masih peduli dengan kami di sini,” katanya.

 

Hal senada disampaikan orang tua lain. Di tengah biaya hidup yang naik dan hasil pertanian yang tidak menentu, bantuan pendidikan itu menjadi “ruang bernapas” bagi keluarga.

 

Bagi mereka, PIP bukan sekadar bantuan tunai. Ada keyakinan bahwa pendidikan anak di pelosok tetap mendapat perhatian, meski harus diperjuangkan hingga lintas komisi.

 

Rapidin menegaskan, dana PIP yang disalurkan merupakan hasil perjuangan Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI. Ia berharap bantuan itu meringankan beban keluarga agar anak-anak tetap bersekolah.

 

“Karena merekalah masa depan kita yang akan memperbaiki kampung ini, bahkan negara kita. Orang Batak punya petuah, _’ikkon tubu ma ihan sian pora-pora’_. Harus lahir harapan besar dari tempat yang sederhana,” kata Rapidin.

 

*Rp345,45 Juta untuk 550 Siswa Samosir*

Pada tahap ini, total alokasi PIP yang dibawa Rapidin ke Samosir mencapai *Rp345,45 juta* untuk *550 pelajar SD, SMP, dan SMA*.

 

Setelah dari Urat II, rombongan melanjutkan ke Yayasan Perguruan SD Advent Simbolon, SD Negeri 13 Pallombuan, hingga SD Negeri 13 Pananggangan II. Suasana di setiap sekolah hampir sama: anak-anak datang membawa dokumen, orang tua menunggu di bawah tenda sederhana.

 

Bagi Rapidin, penyaluran ini bukan hanya soal anggaran. Ini soal memastikan anak-anak di kampung tetap bertahan di bangku sekolah.

 

Di tengah kondisi ekonomi yang menekan, kehadiran langsung ke sekolah pelosok menjadi pesan: agenda pendidikan tidak berhenti di pusat kota, tetapi harus sampai ke tempat paling sederhana sekalipun.

 

(Ranto.S)

Redaksi Mata Lensa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *