Edukasi Pertanian Sejak Dini, Nusantara Group Sumatera Ajak Anak Bangsa Menjaga Masa Depan Indonesia
Medan.Matalensa.co.id — Di tengah ancaman krisis pangan global, perubahan iklim, dan semakin menyempitnya lahan produktif, Nusantara Group Sumatera melalui Nusantara Papaya Farm mengambil langkah nyata dengan membangun gerakan edukasi pertanian sejak dini bagi anak-anak bangsa.
Gerakan ini bukan sekadar program pertanian, melainkan upaya membangun kesadaran nasional bahwa ketahanan pangan adalah pondasi utama keberlangsungan sebuah bangsa.
Founder Nusantara Group Sumatera, Rouses deFretes, menegaskan bahwa masa depan Indonesia tidak bisa hanya bergantung pada teknologi dan impor, melainkan harus kembali menguatkan akar kehidupan: tanah dan pertanian.
“Sehebat apa pun kemajuan zaman, manusia tetap bergantung pada tanah. Dari sanalah pangan lahir, kehidupan berlanjut, dan keseimbangan tercipta. Pertanian bukan pilihan, tapi kebutuhan,” ujarnya.
Pertanian sebagai Pendidikan Karakter dan Kehidupan
Menurut Rouses, mengenalkan pertanian kepada anak-anak sejak dini bukan bertujuan mencetak petani semata, tetapi membentuk karakter generasi yang sabar, mandiri, bertanggung jawab, dan mencintai lingkungan.
Melalui proses sederhana—mulai dari mengenal benih, menanam, merawat, hingga memanen—anak-anak belajar bahwa hasil besar lahir dari proses panjang, konsistensi, dan kejujuran terhadap alam.
“Pertanian mengajarkan nilai kehidupan yang tidak diajarkan di ruang kelas. Tidak ada hasil instan. Semua butuh waktu dan ketekunan,” tambahnya.
Ketahanan Pangan Dimulai dari Kesadaran Kolektif
Nusantara Group Sumatera memandang bahwa ketahanan pangan nasional tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau korporasi besar. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat luas, dimulai dari kesadaran keluarga dan edukasi anak-anak.
Melalui gerakan ini, pertanian diperkenalkan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari—bukan pekerjaan kelas dua, melainkan penjaga keberlangsungan hidup bangsa.
Pertanian sebagai Jalan Ketenangan Masa Depan
Lebih jauh, Rouses menyampaikan bahwa pertanian memiliki dimensi sosial dan batin yang kuat. Banyak manusia modern, ketika memasuki usia matang, justru kembali mencari ketenangan di alam dan kebun.
“Pada akhirnya, semua akan kembali ke tanah. Kebun bukan hanya sumber pangan, tapi sumber ketenangan hidup. Mengenalkan pertanian sejak dini adalah investasi batin untuk masa depan,” ujarnya.
Dirintis dari Nol, Bertumbuh dengan Niat dan Ketekunan
Nusantara Group Sumatera dirintis dari nol, tanpa sewa lahan dan tanpa sokongan modal besar. Pengembangan dilakukan secara bertahap di sejumlah wilayah strategis seperti Deli Serdang, dan Langkat, dengan prinsip kolaborasi bersama masyarakat dan kelompok tani.
“Kami memulai dengan niat, tekad, dan keyakinan. Mungkin ada yang meremehkan, tapi sejarah selalu berpihak pada mereka yang mau menanam saat yang lain hanya menunggu,” tegas Rouses.
Mengajak Ibu-Ibu dan Keluarga Bangun Masa Depan Anak
Dalam gerakannya, Nusantara Group Sumatera juga membuka ruang partisipasi bagi masyarakat luas, khususnya ibu-ibu hebat, untuk ikut berinvestasi dalam sektor pertanian sebagai tabungan masa depan keluarga.
Dengan investasi satu kali yang terjangkau, hasil panen dapat dinikmati secara berkala dalam jangka panjang, membantu kebutuhan pendidikan anak, ekonomi keluarga, dan kesejahteraan bersama.
Menanam Hari Ini, Menjaga Indonesia Esok Hari
Melalui edukasi, kolaborasi, dan pertanian berkelanjutan, Nusantara Group Sumatera mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali mencintai dan merawat bumi ibu pertiwi.
Karena masa depan Indonesia tidak diwariskan kepada mereka yang menunggu,
melainkan kepada mereka yang berani membangun sejak hari ini.
(Red)

