Dorong Rasio Elektrifikasi 100%, Wabup Samosir Suarakan Warga Belum Berlistrik di Forum PLN Sumut

Dorong Rasio Elektrifikasi 100%, Wabup Samosir Suarakan Warga Belum Berlistrik di Forum PLN Sumut
Bagikan :

Samosir.Matalensa.co.id PANGURURAN – Pemerintah Kabupaten Samosir terus mendorong percepatan pemerataan akses listrik melalui Program Listrik Perdesaan (Lisdes) 2026-2029.

 

Komitmen itu disampaikan Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, dalam kegiatan sinkronisasi usulan lokasi Program Lisdes serta fasilitasi penyiapan lahan dan penyelesaian perizinan di Provinsi Sumatera Utara yang digelar di Kantor PT PLN (Persero) UID Sumatera Utara, Selasa (07/10/2026).

 

Forum ini menjadi wadah koordinasi strategis antara pemerintah daerah, Kementerian ESDM, PLN, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menyinkronkan 117 usulan lokasi Lisdes yang masuk ke Dinas ESDM Sumut, sekaligus mengurai kendala perizinan dan lahan yang berpotensi menghambat pembangunan jaringan.

 

Dalam forum tersebut, Wabup Ariston menekankan agar program Lisdes benar-benar menyasar masyarakat yang paling membutuhkan, khususnya warga tidak mampu dan yang hingga kini belum memiliki sambungan listrik.

 

“Kami mengusulkan agar masyarakat yang tidak mampu dan sampai saat ini belum memiliki sambungan listrik dapat menjadi perhatian dalam Program Lisdes. Jarak dari titik jaringan atau titik api ke permukiman masyarakat cukup bervariasi, sehingga diperlukan dukungan pemerintah provinsi maupun Kementerian ESDM,” ujar Ariston.

 

Ia menyebut, kondisi geografis Samosir yang berbukit dan permukiman yang menyebar menjadi tantangan tersendiri dalam penentuan titik jaringan baru.

 

Selain perluasan akses, Ariston juga menyoroti pentingnya penataan kabel dan jaringan listrik agar tidak merusak keindahan lingkungan.

 

Menurutnya, Samosir sebagai daerah tujuan wisata harus memiliki jaringan listrik yang tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga tertata dan asri.

 

“Kami berharap penataan kabel dapat menjadi perhatian, sehingga selain memberikan kenyamanan kepada masyarakat, jaringan listrik juga tetap tertata, memperhatikan keindahan dan keasrian lingkungan. Ini penting bagi Samosir sebagai daerah pariwisata,” tambahnya.

 

Sebelumnya, Pj. Sekda Provinsi Sumut, Timur Tumanggor, menegaskan listrik adalah instrumen penting penggerak ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan. Ia meminta semua pihak memanfaatkan forum coaching clinic untuk menuntaskan persoalan perizinan.

 

Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Andriah Feby Misna, menyampaikan Rasio Elektrifikasi (RE) Sumut saat ini sudah 99,86%. Pemerintah menargetkan RE 100% pada tahun 2029.

 

Untuk tahun 2026, terdapat 106 lokasi jaringan Lisdes di Sumut yang tersebar di 23 kabupaten/kota dengan strategi perluasan jaringan distribusi (grid), pembangunan PLTS Komunal, dan PLTS Individual.

 

Kementerian ESDM meminta dukungan pemda dalam penyediaan akses jalan, kepastian koordinat, izin pemanfaatan kawasan hutan, dan sosialisasi Right of Way (ROW) kepada masyarakat.

 

General Manager PT PLN UID Sumut, Rizky Mochamad, menyatakan kesiapan PLN melaksanakan pembangunan di lapangan, dengan catatan kepastian perizinan dan aksesibilitas lahan terjamin.

 

Pemkab Samosir menyatakan siap memperkuat koordinasi lintas sektor agar pemerataan listrik benar-benar dirasakan seluruh masyarakat Samosir, hingga pelosok.

 

(Ranto.S)

Redaksi Mata Lensa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *