Rapidin Simbolon Salurkan Beasiswa 308 Pelajar di Nias Selatan : ‘Anggaran Bocor, Anak Terpinggirkan
Nias.Matalensa.co.id.NISEL – Senyum lega terpancar dari wajah puluhan orang tua yang memadati Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Kristus Raja, Desa Ndraso Hilisaetano, Kabupaten Nias Selatan, Senin (3/8/2026). Di samping mereka, ratusan pelajar duduk menanti nama mereka dipanggil.
Hari itu menjadi awal penyaluran beasiswa bagi pelajar kurang mampu di Kepulauan Nias yang diperjuangkan Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara sekaligus Anggota DPR RI, Drs. Rapidin Simbolon, MM.
Sebanyak *308 pelajar* dari jenjang SD, SMP, SMA dan SMK menerima bantuan pendidikan. Rinciannya, Rp450 ribu untuk siswa SD, Rp700 ribu untuk siswa SMP, dan Rp1,8 juta untuk pelajar SMA/SMK.
Rapidin hadir bersama Bupati Nias Selatan Sokhiatulö Laia, Ketua DPRD Nias Selatan Elisati Halawa, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Penyabar Nakhe, Ketua Komisi B DPRD Sumut Sorta Ertaty Siahaan, serta jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan.
Bagi Rapidin, penyaluran beasiswa ini bukan sekadar seremoni. Di hadapan para orang tua, ia menyinggung hak konstitusional masyarakat atas pendidikan yang hingga kini belum sepenuhnya terwujud.
“Pendidikan semestinya dapat diakses secara cuma-cuma sebagaimana amanat konstitusi. Tapi cita-cita itu belum terwujud karena anggaran negara masih banyak bocor akibat praktik korupsi,” tegas Rapidin.
Politisi senior itu menyindir jargon “Indonesia Emas” yang menurutnya kontras dengan maraknya kasus korupsi. Ia menyoroti temuan emas 74 kilogram dalam perkara mantan pejabat Kejaksaan hingga dugaan penyimpangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Dari begitu banyak anak yang membutuhkan, hari ini baru 308 pelajar di Nias Selatan yang bisa kami perjuangkan. Bukan karena yang membutuhkan hanya sebanyak itu, tetapi kemampuan anggaran yang bisa kami dorong masih terbatas,” ujarnya.
Rapidin juga mengusulkan perubahan skema MBG. Ia menilai bantuan akan lebih tepat jika disalurkan langsung kepada orang tua dalam bentuk uang tunai.
“Semestinya skema ini diubah. Berikan langsung kepada orang tua. Orang tualah yang paling memahami kebutuhan anaknya dan paling tahu bagaimana memenuhi gizinya,” kata dia.
Usulan itu disambut riuh. Sejumlah orang tua serentak menjawab, “Betul, Pak… benar itu, Pak.”
Rapidin menjelaskan, beasiswa ini merupakan hasil koordinasi lintas komisi bersama Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI. Meski tidak bertugas di komisi pendidikan, ia membangun kolaborasi, termasuk dengan Anggota DPR RI Sofyan Tan, agar bantuan menjangkau lebih banyak pelajar di Sumut.
“Ke depan akan terus kami upayakan penambahan kuota beasiswa melalui kerja sama lintas komisi bersama Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI,” tegasnya.
Program di Nias Selatan adalah bagian dari rangkaian yang sebelumnya telah menjangkau Samosir, Toba, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, hingga Labuhanbatu Utara. Khusus di Kepulauan Nias, sedikitnya *1.000 pelajar kurang mampu* ditargetkan menerima beasiswa.
Bupati Nias Selatan Sokhiatulö Laia menyampaikan apresiasi. Ia menyebut tanpa perjuangan di tingkat pusat, bantuan ini tidak akan sampai ke daerah kepulauan.
“Tentu orang yang sudah memberi perhatian kepada kita jangan pernah dilupakan. Tanpa diperjuangkan di tingkat pusat, beasiswa ini tidak akan sampai ke Nias Selatan. Terima kasih kepada Bapak Rapidin Simbolon,” katanya.
Senada, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Penyabar Nakhe mengatakan banyak pelajar Nias Selatan yang selama ini belum tersentuh Program Indonesia Pintar (PIP). Kini, melalui koordinasi di DPR RI, bantuan mulai mengalir ke daerah yang kerap terbatas akses program pemerintah.
Dengan penyaluran ini, PDI Perjuangan berharap beban biaya pendidikan keluarga kurang mampu dapat sedikit berkurang, sekaligus mendorong peningkatan angka partisipasi sekolah di Kepulauan Nias.(Tim)
(Ranto.S)

