“Sorta Ertaty Serahkan Bantuan Bawang Merah di Samosir : 5 Ton Benih untuk Dongkrak Ketahanan Pangan”

“Sorta Ertaty Serahkan Bantuan Bawang Merah di Samosir : 5 Ton Benih untuk Dongkrak Ketahanan Pangan”
Bagikan :

Samosir.Matalensa.co.id.PANGURURAN – Komitmen mendukung petani di daerah terus diwujudkan. Politisi PDI Perjuangan sekaligus Ketua Komisi B DPRD Sumatera Utara, Dra. Sorta Ertaty Siahaan, menyerahkan bantuan pengembangan budidaya bawang merah kepada puluhan petani di Desa Tanjungan, Kecamatan Simanindo, Rabu (22/7/2026).

 

Bantuan yang diperjuangkan Sorta berupa *5.000 kilogram benih bawang merah, 20.000 kilogram pupuk, dan 50 liter Pupuk Organik Cair (POC)*. Seluruh bantuan itu disalurkan untuk mendukung pengembangan lahan seluas lima hektare milik Kelompok Tani Marguratak yang dipimpin Seven Sinaga.

 

“Secara keseluruhan, program di Desa Tanjungan mencakup pengembangan lahan seluas lima hektare dengan dukungan 20.000 kilogram pupuk, 5.000 kilogram benih, dan 50 liter POC,” kata Sorta saat penyerahan bantuan.

 

Program serupa juga menyasar desa lain di Kecamatan Simanindo. Kelompok Tani Makmur di Desa Simanindo, yang diketuai Supianto Sidauruk, menerima bantuan untuk lahan satu hektare berupa 4.000 kilogram pupuk, 10 kilogram benih, dan 10 liter POC.

 

Hal sama diterima Kelompok Tani Saurdot di Desa Cinta Dame pimpinan Asan Turnip. Total pengembangan di dua desa tersebut mencakup dua hektare lahan dengan dukungan 8.000 kilogram pupuk, 20 kilogram benih, dan 20 liter POC.

 

Mantan Ketua DPRD Samosir ini menegaskan, penyaluran bantuan merupakan bagian dari upaya membawa program pengembangan kawasan bawang merah ke sejumlah desa di Kabupaten Samosir. Desa Tanjungan menjadi salah satu titik utama karena dikenal sebagai sentra hortikultura.

 

Di hadapan petani, Sorta berpesan agar bantuan pemerintah tidak dijadikan satu-satunya sandaran.

 

“Kalian harus tetap semangat. Jangan bergantung pada bantuan ini saja. Teruslah berusaha dan manfaatkan bantuan ini sebaik mungkin untuk meningkatkan hasil pertanian,” ujarnya.

 

Ia menilai benih yang diserahkan bukan sekadar angka distribusi, melainkan awal musim tanam baru dan harapan meningkatkan pendapatan keluarga di tengah mahalnya biaya produksi.

 

Sorta juga menyoroti kondisi fiskal pemerintah yang semakin terbatas. Karena itu, ia berharap setiap bantuan yang berhasil diperjuangkan benar-benar berdampak nyata bagi kesejahteraan petani.

 

“PDI Perjuangan akan terus mengawal program yang berpihak kepada petani, mulai dari penyediaan sarana produksi hingga pengembangan kawasan pertanian. Petani adalah penyangga ketahanan pangan sekaligus penggerak ekonomi desa yang harus terus mendapat perhatian,” tegas Sorta.

 

Dengan dukungan sarana produksi ini, Pemprov Sumut bersama DPRD berharap produktivitas bawang merah di Samosir meningkat, sehingga dapat menekan ketergantungan impor dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

 

(Ranto.S)

Redaksi Mata Lensa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *