“Diremehkan Saat Mulai dari Nol, Kini Nusantara Group Sumatera Tantang Pola Lama Agribisnis di Sumatera”

“Diremehkan Saat Mulai dari Nol, Kini Nusantara Group Sumatera Tantang Pola Lama Agribisnis di Sumatera”
Bagikan :

Medan.Matalensa.co.id– Saat banyak orang mengeluh soal sulitnya ekonomi, Rouses deFretes memilih jalur berbeda: membangun sistem dari tanah sendiri.

Tanpa investor besar.

Tanpa sponsor.

Tanpa dukungan modal mapan.

Namun dengan Visi yang jauh lebih besar dari sekadar bisnis kecil.

Founder Nusantara Group Sumatera ini menyebut dirinya bukan sedang membangun usaha biasa, melainkan membangun model ekonomi berbasis produktivitas lahan yang terstruktur dan berkelanjutan.

“Saya tidak menunggu modal besar. Saya membangun sistem dulu. Modal akan mengikuti sistem yang kuat,” tegas Rouses.

Mengganggu Pola Lama

Menurutnya, selama ini banyak masyarakat hanya menjadi penonton dalam sektor pertanian.

Petani bekerja.

Tengkulak menikmati.

Masyarakat kecil sulit masuk.

Nusantara Group Sumatera hadir dengan pendekatan berbeda:

• Investasi mikro berbasis lahan produktif

• Sistem bagi hasil terukur

• Pemberdayaan kelompok tani

• Rekrutmen tim marketing profesional

• Roadmap ekspansi regional menuju nasional

“Kami ingin masyarakat bisa ikut memiliki sistem, bukan hanya menjadi konsumen,” ujarnya.

Dari Medan Menuju Nasional

Unit awalnya, Nusantara Papaya Farm, menjadi pondasi model agribisnis terintegrasi yang saat ini berkembang di wilayah Medan, Deli Serdang, hingga Langkat.

Namun Rouses tidak berhenti di sana.

Targetnya jelas:

membangun Nusantara Group Sumatera sebagai ekosistem agribisnis yang scalable dan siap berekspansi nasional.

“Kami membangun untuk jangka panjang. Bukan untuk viral sesaat,” katanya.

Indonesia Butuh Pembangun Sistem

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Rouses menilai sektor pertanian adalah fondasi paling realistis untuk membangun kemandirian ekonomi rakyat.

“Indonesia tidak kekurangan lahan. Indonesia tidak kekurangan tenaga. Yang kurang adalah sistem yang berani dibangun,” tegasnya.

Kini Nusantara Group Sumatera membuka ruang kolaborasi bagi:

• Investor visioner

• Mitra strategis agribisnis

• Profesional yang ingin tumbuh bersama ekosistem produktif

Langkahnya mungkin dimulai dari nol.

Namun sejarah sering membuktikan, sistem besar selalu lahir dari keberanian kecil yang konsisten.

Dan Nusantara Group Sumatera memilih untuk memulai.Bukan sekedar menanam pepaya, tetapi membangun ekosistem agribisnis yang terintegrasi dan berkelanjutan. Pengelolaan lahan produktif yang tersebar di wilayah Medan, Deli Serdang, hingga Langkat menjadi titik awal pertumbuhan yang dirancang secara bertahap dan terukur.

Semua ini dirintis dari nol.

Tanpa bergantung pada kemewahan modal besar, namun dengan fondasi yang lebih mendasar: Visi jangka panjang, komitmen, dan keyakinan bahwa tanah sendiri adalah aset strategis masa depan.

Setiap langkah dibangun dengan perhitungan.

Setiap ekspansi dirancang dengan struktur.

Setiap kemitraan diarahkan pada keberlanjutan.

Nusantara Group Sumatera tidak sedang mengejar pertumbuhan instan.

Ia sedang membangun sistem.

Dan sistem yang dibangun dengan kesabaran dan konsistensi, pada waktunya akan menjadi kekuatan yang diperhitungkan.

Dari tanah sendiri, Nusantara Group Sumatera menanam lebih dari sekadar tanaman — ia menanam masa depan. Karena masa depan tidak diwariskan kepada yang menunggu, tetapi kepada yang membangun.

Lebih dari itu, Nusantara Group Sumatera membuka ruang bagi masyarakat luas, khususnya para ibu hebat yang ingin memiliki sumber penghasilan tambahan yang produktif dan berkelanjutan.

Dengan investasi satu kali, masyarakat dapat ikut serta dalam sistem agribisnis yang hasilnya dinikmati secara berkala dalam jangka panjang. Bukan sekadar menabung uang, tetapi menumbuhkan aset produktif yang berputar setiap bulan.

Bagi banyak keluarga, pendidikan anak adalah prioritas utama. Biaya sekolah, kebutuhan belajar, hingga rencana masa depan membutuhkan perencanaan yang matang. Melalui skema kemitraan ini, setiap partisipasi menjadi langkah kecil yang dapat membantu menjaga stabilitas ekonomi keluarga.

Karena setiap orang tua tentu ingin memastikan satu hal:

anak-anak mereka tetap bisa sekolah, tumbuh dengan baik, dan memiliki masa depan yang lebih cerah.

Dan dari lahan yang dikelola bersama, harapan itu mulai ditanam.

Indonesia tidak butuh lebih banyak penonton.

Indonesia butuh lebih banyak pelaku.

Dan saya memilih menjadi pelaku.

Rouses deFretes

Founder Nusantara Group Sumatera

 

(Red)

Redaksi Mata Lensa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *