Gempa M 7,4 Guncang Kolombia: Korban Tembus 200 Jiwa, Tim SAR Berpacu Selamatkan Korban dari Reruntuhan

Gempa M 7,4 Guncang Kolombia: Korban Tembus 200 Jiwa, Tim SAR Berpacu Selamatkan Korban dari Reruntuhan
Bagikan :

BOGOTÁ,Matalensa.co.id – Upaya pencarian dan penyelamatan korban terus dilakukan setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin (10/8/2026) pagi waktu setempat.

Gempa yang berpusat di sekitar San José del Palmar, Provinsi Chocó, tersebut menimbulkan kerusakan luas di sejumlah wilayah, termasuk Cali dan Pereira. Reuters melaporkan operasi pencarian korban masih berlangsung dan jumlah korban meninggal telah melampaui 200 orang.

Angka Korban Masih Terus Diverifikasi

Data korban hingga Rabu (12/8/2026) masih mengalami perubahan seiring tim penyelamat menjangkau wilayah-wilayah yang terdampak.

Sejumlah laporan yang mengutip otoritas daerah menyebutkan sedikitnya 224 hingga 250 orang meninggal dunia, sementara ratusan hingga lebih dari 1.000 orang lainnya mengalami luka-luka. Perbedaan angka tersebut terjadi karena proses pendataan dan verifikasi korban masih berlangsung di sejumlah daerah.

Karena itu, angka korban belum dapat dianggap sebagai jumlah final.

Ribuan Bangunan Rusak, Warga Masih Dicari

Dampak gempa tidak hanya menimbulkan korban jiwa. Sekitar 1.600 bangunan dilaporkan mengalami kerusakan atau kehancuran, termasuk sejumlah fasilitas kesehatan, sekolah dan bangunan bersejarah.

Di Cali, beberapa bagian sebuah rumah sakit mengalami kerusakan sehingga sejumlah pasien harus dievakuasi dan mendapatkan perawatan di luar gedung. Sementara di Manizales, bagian menara sebuah katedral bersejarah turut mengalami kerusakan.

Lebih dari 2.700 orang juga sempat dilaporkan hilang melalui sistem pelaporan masyarakat. Namun, angka tersebut belum dapat disamakan dengan jumlah orang yang secara resmi dinyatakan hilang karena proses verifikasi masih berjalan.

Tim SAR Berpacu dengan Waktu

Tim gabungan yang terdiri atas tentara, kepolisian, pemadam kebakaran, tenaga medis, relawan serta anjing pelacak terus menyisir bangunan yang runtuh.

Di sejumlah lokasi, proses pencarian dilakukan secara manual. Petugas bahkan menghentikan aktivitas mereka secara berkala untuk mendengarkan kemungkinan suara korban yang masih bertahan di bawah reruntuhan.

Sejumlah korban berhasil ditemukan hidup. Di antaranya dua perempuan dan dua anak yang berhasil dievakuasi dari bangunan yang runtuh. Di Pereira, petugas juga dilaporkan masih berupaya menyelamatkan seorang anak yang terjebak di bawah reruntuhan sebuah toko roti.

Pemerintah Tetapkan Status Darurat

Pemerintah Kolombia telah menetapkan status keadaan darurat nasional untuk mempercepat penanganan bencana.

Aparat militer, kepolisian, petugas penyelamat, tenaga medis dan berbagai unsur terkait dikerahkan ke wilayah terdampak. Sejumlah kota juga memberlakukan pembatasan aktivitas malam sebagai bagian dari langkah pengamanan.

Beberapa rumah sakit di wilayah terdampak ditempatkan dalam status siaga tinggi, sementara sejumlah bandara ditutup sementara untuk pemeriksaan struktur bangunan setelah gempa.

Bantuan dan Solidaritas Mulai Berdatangan

Bantuan kemanusiaan mulai dikumpulkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak. Palang Merah Kolombia terlihat mengorganisasi makanan dan berbagai bantuan darurat di Bogotá untuk kemudian disalurkan kepada wilayah yang membutuhkan.

Sejumlah negara juga menyatakan kesiapan memberikan bantuan kepada Kolombia. Amerika Serikat, misalnya, mengumumkan bantuan darurat senilai US$15,5 juta untuk kebutuhan tempat tinggal sementara, makanan dan penanganan pascabencana. Uni Eropa juga mengerahkan layanan satelit Copernicus guna membantu operasi penyelamatan dan pemetaan kerusakan.

Waspada Gempa Susulan

Layanan geologi Kolombia mencatat sejumlah gempa susulan setelah gempa utama. Kondisi tersebut membuat masyarakat dan tim penyelamat harus tetap berhati-hati, terutama ketika bekerja di sekitar bangunan yang telah mengalami kerusakan struktur.

Gempa kali ini menjadi salah satu bencana gempa paling serius yang melanda Kolombia dalam beberapa dekade terakhir. Pusat gempa berada di wilayah San José del Palmar, kawasan Chocó yang memiliki sejumlah daerah sulit dijangkau sehingga proses pendataan kerusakan dan korban menjadi tantangan tersendiri.

MATALENSA.CO.ID – Di tengah kepanikan dan kehancuran, harapan masih terus dijaga. Tim penyelamat berpacu dengan waktu untuk menemukan warga yang mungkin masih bertahan di bawah reruntuhan, sementara masyarakat, pemerintah dan komunitas internasional bergerak memberikan bantuan.

Catatan Redaksi: Angka korban dalam berita bencana dapat berubah sewaktu-waktu karena proses pencarian, identifikasi dan verifikasi masih berlangsung. Matalensa.co.id akan memperbarui informasi berdasarkan keterangan resmi dan sumber terpercaya.

Redaksi Mata Lensa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *