“Ngopi di Siabu Berbuah Beasiswa : Pertemuan Tak Sengaja Bupati Madina dan Rapidin Simbolon di Warung Kopi”
Madina.Matalensa.co.id – Bupati Mandailing Natal H. Saipullah Nasution belum beranjak dari sekitar Kantor Camat Siabu, Jumat (7/8/2026), usai menyalurkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Ia memilih rehat sejenak menikmati kopi di sebuah warung.
Tanpa janjian, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara yang juga Anggota Komisi XIII DPR RI, Drs. Rapidin Simbolon, M.M., tiba di lokasi yang sama. Rapidin datang untuk menyerahkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) bagi pelajar kurang mampu.
Pertemuan keduanya pun berlangsung spontan. Saling sapa, jabat tangan, rangkulan hangat, lalu bersama-sama masuk ke aula tempat ratusan orang tua dan pelajar penerima PIP telah menunggu. Tepuk tangan langsung pecah begitu keduanya memasuki ruangan.
Rapidin tiba di Madina usai menyalurkan bantuan pendidikan di Padangsidimpuan. Ia didampingi Ketua DPC PDI Perjuangan Madina Teguh Hasahatan Nasution, Ketua DPC PDI Perjuangan Padangsidimpuan Hj. Taty Aryani Tambunan, Ketua PAC Padangsidimpuan Utara Saripah Hanum Lubis, serta kader PDI Perjuangan.
Bupati Saipullah menyampaikan terima kasih atas perhatian Rapidin kepada Madina.
“Apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kami ucapkan kepada abanganda Rapidin yang sudah memikirkan Madina, yang dengan ringan tangan dan ringan langkah membawa oleh-oleh ke Madina,” ujar Saipullah.
Menurut Saipullah, ini bukan kali pertama Madina menerima bantuan dari Rapidin. Sebelumnya juga pernah disalurkan bantuan pembangunan infrastruktur jalan.
Bantuan yang disalurkan merupakan PIP Tahap IX Tahun 2026. Dana dapat dicairkan melalui Bank BRI dengan dokumen dari sekolah dan harus diterima utuh tanpa potongan.
Besarannya: SD Rp450 ribu, SMP Rp700 ribu, SMA/SMK Rp1,8 juta. Bantuan ini diharapkan menahan angka putus sekolah dan meringankan beban keluarga.
“Ke depan akan terus kita upayakan penambahan kuota beasiswa dan tetap saya perjuangkan melalui lintas komisi bersama Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI,” kata Rapidin.
Ia menjelaskan, meski tidak membidangi pendidikan di komisinya, ia tetap berkoordinasi lintas komisi agar kuota pendidikan untuk Sumut terus bertambah. Penerima telah melalui penjaringan agar tepat sasaran.
Di hadapan warga, Rapidin menyinggung pengelolaan anggaran negara. Ia menilai korupsi menjadi penghambat pemerataan pendidikan. Ia juga menyoroti istilah “Indonesia Emas” yang menurutnya ironis jika masih diwarnai kasus dugaan korupsi besar.
Ia secara khusus mengkritik skema Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilainya perlu dievaluasi.
“Semestinya program ini segera diubah skemanya, uang tunai diberikan secara langsung kepada orang tua, sehingga orang tua yang mengatur gizi anaknya karena bagaimanapun orang tua pasti lebih tahu dan lebih sayang kepada anaknya dibanding pemerintah,” tegas Rapidin. Pernyataan itu disambut anggukan dan tepuk tangan orang tua.
Rapidin juga memuji sikap Bupati Saipullah yang hadir langsung mendampingi penyaluran bantuan dari partai berbeda.
“Saya berterima kasih juga kepada Bapak Bupati karena mau bersama kami. Ini akan saya ingat seumur hidup saya. Inilah pemimpin sejati. Jadi beliau itu tidak melihat latar belakang partai, beliau fokus membangun daerahnya,” ujar Rapidin.
Bahkan Rapidin mendoakan Saipullah sehat dan menyinggung periode kedua kepemimpinannya, yang langsung disambut riuh tepuk tangan.
Sebagai penutup, Rapidin meminta Pemkab Madina menyusun proposal prioritas pembangunan untuk diperjuangkan di DPR RI.
“Sampaikan kepada saya proposal sesuai kebutuhan daerah. Akan saya perjuangkan segala upaya di DPR RI untuk pembangunan Madina,” pungkasnya.
Ia menyebut keterbatasan fiskal daerah membuat dukungan pusat sangat dibutuhkan. Bagi warga Siabu, pertemuan di warung kopi itu bukan sekadar ngopi, tapi berbuah beasiswa dan harapan baru.(Tim)
(Ranto.S)

