Menhan RI dan Wakil Panglima TNI Tinjau Kesiapan Operasional di Langkat, Apresiasi Dedikasi Yonif 8 Marinir dalam Penanganan Bencana dan Pengamanan Perbatasan

Menhan RI dan Wakil Panglima TNI Tinjau Kesiapan Operasional di Langkat, Apresiasi Dedikasi Yonif 8 Marinir dalam Penanganan Bencana dan Pengamanan Perbatasan
Bagikan :

Langkat | Matalensa.co.id – TNI AL Dispen Kormar (Pangkalan Brandan) Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin, bersama Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, melaksanakan kunjungan kerja ke Markas Batalyon Infanteri TP 907/DS, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Jumat (7/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Perwira Seksi Operasi (Pasiops) Batalyon Infanteri 8 Marinir, Kapten Marinir Arif Prabowo, S.T.Han., didampingi Komandan Kompi Markas (Dankima) Yonif 8 Marinir, Kapten Marinir Chalvin Sahusilawane, S.T.Han., hadir mewakili Komandan Yonif 8 Marinir sebagai bentuk dukungan terhadap agenda strategis Kementerian Pertahanan dan TNI.

Kunjungan kerja ini bertujuan untuk meninjau secara langsung kesiapan operasional satuan, kondisi sarana dan prasarana pertahanan, serta memberikan arahan strategis kepada jajaran prajurit TNI dalam menghadapi dinamika tantangan pertahanan nasional maupun perkembangan situasi keamanan di kawasan regional dan global.

Kehadiran jajaran Yonif 8 Marinir dalam kegiatan tersebut mencerminkan soliditas dan sinergi antar-satuan TNI dalam memperkuat sistem pertahanan negara serta menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam arahannya, Menteri Pertahanan RI memberikan apresiasi atas dedikasi dan profesionalisme prajurit Yonif 8 Marinir yang dinilai sigap dalam menjalankan berbagai tugas negara, khususnya saat terlibat dalam operasi tanggap darurat bencana di wilayah Aceh dan Sumatera Utara, serta pelaksanaan tugas Satuan Tugas Kuala yang hingga kini masih berlangsung.

“Terima kasih kepada Korps Marinir, khususnya Yonif 8 Marinir, atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian yang telah diberikan kepada bangsa dan negara,” ujar Menhan RI.

Selain itu, Menhan juga menekankan pentingnya peningkatan profesionalisme prajurit, penguasaan kemampuan taktis, pembinaan personel secara berkelanjutan, serta pemeliharaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) agar kesiapan tempur satuan tetap optimal dalam menghadapi berbagai potensi ancaman.

Sementara itu, Kapten Marinir Arif Prabowo menyampaikan bahwa kehadiran Yonif 8 Marinir dalam agenda tersebut merupakan bentuk komitmen untuk mendukung penuh kebijakan pertahanan nasional sekaligus memastikan setiap arahan pimpinan dapat diimplementasikan secara optimal di tingkat satuan.

“Kami siap menindaklanjuti seluruh arahan dan penekanan Bapak Menteri Pertahanan RI sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas. Yonif 8 Marinir akan terus menjaga kesiapan operasional prajurit Petarung Harimau Putih agar selalu berada dalam kondisi terbaik kapan pun negara memanggil,” tegasnya.

Kunjungan kerja Menteri Pertahanan RI dan Wakil Panglima TNI ini diharapkan semakin memperkuat koordinasi, meningkatkan kesiapsiagaan prajurit, serta memperkokoh sinergi antar-satuan TNI dalam menjaga keutuhan wilayah, mempertahankan kedaulatan negara, dan memberikan pengabdian terbaik kepada rakyat Indonesia.

(Red/Dispen)

Redaksi Mata Lensa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *