Warga Bergotong Royong Bangun Kembali Jembatan Bandar Meriah yang Amblas, Akses Dua Perumahan Ditutup Selama 21 Hari

Warga Bergotong Royong Bangun Kembali Jembatan Bandar Meriah yang Amblas, Akses Dua Perumahan Ditutup Selama 21 Hari
Bagikan :

Sunggal.Matalensa.co.id Semangat gotong royong kembali ditunjukkan masyarakat Desa Sukamaju, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang. Warga Perumahan Rorinata Tahap 9 Pengembangan 3 bersama warga Perumahan Mutiara Indah bahu-membahu mengumpulkan dana swadaya untuk membangun kembali Jembatan Bandar Meriah yang amblas dan menjadi akses utama bagi kedua kawasan permukiman tersebut.

Amblasnya jembatan beberapa hari lalu menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu, terutama bagi pengguna kendaraan roda empat. Akses utama yang selama ini menjadi jalur penghubung warga terpaksa tidak dapat digunakan sehingga masyarakat harus mencari jalur alternatif untuk beraktivitas sehari-hari.

Sejumlah warga yang ditemui di lokasi menyampaikan bahwa sebelum amblas, jembatan tersebut sempat mengalami keretakan. Menurut keterangan warga, kerusakan diduga terjadi setelah jembatan dilalui kendaraan pengangkut material pembangunan dan truk bermuatan berat yang melintas menuju lokasi pengembangan Perumahan Rorinata. Dugaan tersebut merupakan penyampaian warga dan belum menjadi kesimpulan resmi dari pihak berwenang.

Meski menghadapi keterbatasan, semangat kebersamaan masyarakat tidak surut. Tanpa menunggu bantuan, warga secara sukarela menggalang dana, tenaga, dan material agar jembatan dapat segera diperbaiki sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal.

Kepala Dusun II Desa Sukamaju, Harry Prananta Surbakti, menjelaskan bahwa perbaikan dan pemeliharaan jalan di kawasan Perumahan Rorinata Tahap 1 hingga Tahap 11 berada di bawah kewenangan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Deli Serdang.

Di tengah proses perbaikan, kepedulian juga datang dari BKM Masjid Jami Al-Ikhlas yang memberikan bantuan berupa dua sak semen sebagai bentuk partisipasi dan dukungan terhadap pembangunan jembatan tersebut.

Sementara itu, panitia pelaksana bersama warga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jalan atas terganggunya akses selama proses pembangunan berlangsung. Jembatan akan ditutup sementara selama kurang lebih 21 hari agar pekerjaan dapat diselesaikan dengan aman dan maksimal.

Masyarakat diimbau menggunakan jalur alternatif melalui Blok AA menuju pintu utama perumahan hingga proses pembangunan selesai.

Warga berharap perbaikan dapat berjalan lancar serta mendapat perhatian dari instansi terkait agar infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat dapat dibangun dengan kualitas yang lebih baik, aman, dan mampu menunjang aktivitas warga dalam jangka panjang.

 

Reporter : Karno Sukma

Editor : Matalensa.co.id

Redaksi Mata Lensa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *