Stop Bullying ! Kapolres Samosir Turun ke SMP Budi Mulia, Siswa Jawab Benar Dapat Cokelat

Stop Bullying ! Kapolres Samosir Turun ke SMP Budi Mulia, Siswa Jawab Benar Dapat Cokelat
Bagikan :

Samosir.Matalensa.co.id.PANGURURAN – Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K., M.H., mengajak pelajar berani menolak perundungan dan membangun sekolah yang aman, nyaman, dan bebas kekerasan.

Pesan itu disampaikan dalam kegiatan Polisi Peduli Pendidikan di SMP Budi Mulia Pangururan, Jalan Uskup Agung Sugiopranoto, Desa Pardomuan I, Kecamatan Pangururan, Senin (26/10/2026).

Kapolres hadir bersama Kasat Reskrim IPTU Antonyus Hutahaean, S.H., M.H., Kanit Idik 5 Satreskrim IPDA Bullet Mars Swanti Lumbanbatu, S.H., personel Satreskrim, SDM, dan Bhabinkamtibmas Pardomuan I. Rombongan disambut Kepala SMP Budi Mulia, Br. Fransiskus Sarwedi Sirait, http://M.Pd., bersama para guru dan siswa.

Kegiatan diawali upacara bendera yang dipimpin langsung Kapolres. Suasana langsung cair saat Kapolres melontarkan pertanyaan tentang nama Kapolres Samosir dan Kapolri.

Siswa yang berhasil menjawab dengan benar langsung mendapat hadiah cokelat. Cara humanis ini membuat siswa semakin antusias mengikuti kegiatan.

Usai upacara, Kapolres melanjutkan sosialisasi bertema “Stop Bullying, Wujudkan Sekolah Aman, Nyaman, dan Bebas Perundungan.”

Siswa dan guru diberi pemahaman tentang bentuk perundungan, mulai dari fisik, verbal, sosial, hingga cyberbullying. Termasuk dampaknya bagi korban, faktor pemicu kekerasan terhadap anak, serta cara pencegahannya.

Para pelajar didorong berani melapor jika mengalami atau menyaksikan perundungan, mendukung korban, dan tidak menjadi pelaku maupun pembiar.

Antusiasme siswa memuncak di sesi tanya jawab yang dipandu Kasat Reskrim.

Seorang siswa bertanya, apakah mengunggah ucapan ulang tahun di media sosial termasuk bullying?

Kasat Reskrim menjelaskan, ucapan ulang tahun pada dasarnya bukan perundungan karena bentuk kebahagiaan. Namun isi tulisan tetap harus diperhatikan agar tidak mengandung penghinaan.

Siswa lainnya bertanya contoh bullying di sekolah. Kasat Reskrim menjawab, mengejek teman karena kondisi fisik dan merusak barang milik teman termasuk perundungan yang harus dicegah.

Siswa yang berani bertanya juga mendapat hadiah cokelat.

Menutup kegiatan, AKBP Rina menyampaikan pesan tegas kepada siswa dan guru.

“Ingat, sekolah adalah tempat belajar dan mengembangkan potensi diri untuk meraih cita-cita, membangun masa depan. Meraih cita-cita bukan dengan merendahkan sesama. Jadilah teman yang saling melindungi, bukan menyakiti,” tegasnya.

Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, Polres Samosir berharap pelajar memahami bahaya perundungan dan menerapkan sikap saling menghormati, toleransi, dan peduli sesama.

Sinergi sekolah, keluarga, masyarakat, dan kepolisian diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehingga setiap anak bisa belajar, bertumbuh, dan meraih cita-cita tanpa takut intimidasi.

(Ranto.S)

Redaksi Mata Lensa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *