Bibit Kopi Arabika Gayo 3 Banjiri Samosir – 245 Kelompok Tani Siap Tanam 1.250 Hektare, Bupati Vandiko : Jangan Dijual !
Samosir.Matalensa.co.id.PANGURURAN – Pemerintah Kabupaten Samosir bersama Kementerian Pertanian RI menyalurkan bantuan raksasa untuk petani kopi. Sekitar Sebanyak 1.250.000 bibit kopi Arabika Gayo 3 dibagikan kepada 245 kelompok tani untuk pengembangan lahan seluas 1.250 hektare di sembilan kecamatan.
Penyaluran ditandai dengan pelepasan truk pengangkut bibit oleh Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk dan Forkopimda, dari halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, Kamis (29/10/2026).
Bantuan ini bersumber dari DIPA Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian TA 2026. Tidak hanya bibit, petani juga mendapat bantuan pembuatan lubang tanam sebesar Rp1.170.000 per hektare dengan total lebih dari Rp1,4 miliar , plus pupuk organik cair dan granul.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Samosir, Tumiur Gultom menjelaskan, 1.250 hektare itu terdiri dari 680 hektare tanam baru dan 570 hektare peremajaan tanaman kopi tua, rusak dan meranggas.
“Bibitnya jenis Arabika Gayo 3, adaptif dengan kondisi Samosir dan potensi produksinya baik. Prinsipnya tanam, rawat dan panen,” ujar Tumiur.
Dengan tambahan ini, luas kebun kopi Samosir kini mendekati 8.000 hektare sejak pengembangan dimulai 2022.
Distribusi sudah dimulai sejak 26 Oktober di Pangururan, Harian dan Simanindo, dan ditargetkan tuntas dalam 10 hari. Lubang tanam dipastikan sudah siap agar bibit langsung bisa ditanam.
Bupati Vandiko menegaskan bantuan ini adalah wujud sinergi pusat-daerah dan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto di bidang pertanian.
“Bantuan ini bentuk perhatian pemerintah pusat. Mulai bibit, pupuk hingga lubang tanam. Ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” kata Vandiko.
Ia meminta komitmen penuh kelompok tani untuk menanam dan merawat, dengan pendampingan PPL. Ia juga memberi peringatan keras agar bantuan tidak diperjualbelikan.
“Jangan sampai bantuan ini dijual atau digunakan tidak sesuai peruntukan. Pengawasan akan dilakukan bersama aparat penegak hukum. Keberhasilan bukan diukur dari jumlah bibit yang disalurkan, tapi dari tanaman yang tumbuh dan panen,” tegasnya.
Program ini mendapat pengawalan Forkopimda. Kasi Intel Kejari Samosir, Juna Karokaro memastikan pihaknya melakukan pendampingan agar bantuan tepat sasaran.
Kasat Binmas Polres Samosir, Priston Simbolon juga mengingatkan petani untuk komitmen.
“Manfaatkan bantuan ini dengan baik. Mari bekerja dan bekerja. Komitmen kelompok tani harus nyata, harus bisa panen,” ujarnya.
Bagi petani, bantuan ini jadi modal besar. Ketua Kelompok Tani Suka Tani Desa Sihusapi, Aratua Ambarita menyebut kelompoknya menerima sekitar 40.000 batang.
“Kami percaya ini juga atas usulan Bupati Samosir. Kepedulian Bapak Bupati kepada petani sangat kami rasakan. Kami tidak salah memilih Bapak Bupati,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua KWT Nania Desa Tanjung Bunga, Tilesna Debata Raja, yang mengaku kelompoknya sudah menerima bantuan sejak 2022.
Pemkab Samosir berharap, dengan 1,25 juta bibit ini, kopi Samosir tidak hanya meluas, tapi benar-benar produktif dan meningkatkan pendapatan petani secara berkelanjutan.
(Ranto.S)

