Kembali ke Istana di HUT ke-81 RI, Dewi Soekarno Kenang Bung Karno dan Soroti Perubahan Wajah Istana

Kembali ke Istana di HUT ke-81 RI, Dewi Soekarno Kenang Bung Karno dan Soroti Perubahan Wajah Istana
Bagikan :

Ratna Sari Dewi Soekarno Hadiri Upacara Kemerdekaan, Kehadirannya Kembali Menghidupkan Kenangan tentang Sang Proklamator

Jakarta.Matalensa.co.id – Sosok Ratna Sari Dewi Soekarno kembali menjadi perhatian publik setelah menghadiri Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta,kemarin Senin (17/8/2026).

Perempuan yang dikenal dengan nama Dewi Soekarno tersebut hadir dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kehadirannya menjadi salah satu momen yang menarik perhatian karena ia merupakan istri Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, sekaligus bagian dari sejarah perjalanan keluarga sang Proklamator.

Ratna Sari Dewi Soekarno yang lahir di Tokyo, Jepang, pada 6 Februari 1940 dengan nama Naoko Nemoto, menikah dengan Soekarno pada 3 Maret 1962. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai seorang putri, Kartika Sari Dewi Soekarno, yang lahir di Tokyo pada 11 Maret 1967. Data mengenai Kartika juga tercatat dalam laman Kepustakaan Presiden Republik Indonesia yang dikelola Perpustakaan Nasional RI.

Kehadiran yang Membawa Kenangan
Kehadiran Dewi Soekarno di Istana Merdeka bukan sekadar menghadiri upacara kenegaraan. Momen tersebut sekaligus mempertemukannya kembali dengan tempat yang memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan sejarah Indonesia dan kehidupan Soekarno.

Kepada awak media, Dewi mengaku terkejut melihat perubahan kawasan Istana Kepresidenan dibandingkan dengan kondisi yang pernah dikenalnya pada masa lalu.
Ia menyoroti adanya sejumlah bangunan baru yang membuat wajah kawasan Istana kini berbeda dibandingkan ketika ia masih mendampingi Bung Karno.

Meski demikian, Dewi tetap menyampaikan harapan agar Indonesia terus berkembang dan semakin maju di usia kemerdekaan yang ke-81.
Putri Bung Karno dan Dewi Soekarno
Dari pernikahan Soekarno dan Ratna Sari Dewi lahir seorang putri bernama Kartika Sari Dewi Soekarno, yang juga dikenal dengan nama Karina Kartika Sari Dewi Soekarno.

Menurut catatan Kepustakaan Presiden RI, Kartika lahir di Tokyo, Jepang, pada 11 Maret 1967 dan merupakan putri Soekarno dengan Ratna Sari Dewi.

Karina kemudian dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Namanya kembali menjadi perhatian publik seiring dengan munculnya berbagai pemberitaan mengenai keluarga Soekarno setelah kehadiran sang ibu di Istana pada peringatan HUT ke-81 RI.

Namun, informasi yang beredar di media sosial mengenai kehidupan pribadi keluarga Soekarno perlu disikapi secara hati-hati. Tidak seluruh informasi yang beredar memiliki dasar sumber resmi.

Kehadiran Dewi Soekarno berlangsung di tengah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang dihadiri sejumlah tokoh bangsa, termasuk Presiden dan Wakil Presiden terdahulu. Pemerintah sebelumnya memang menyampaikan bahwa para tokoh bangsa dan mantan presiden serta wakil presiden diundang untuk menghadiri Upacara Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka.

Bagi publik, kemunculan kembali Dewi Soekarno di Istana menjadi sebuah peristiwa yang sarat nilai sejarah. Ia hadir sebagai salah satu sosok yang pernah berada dekat dengan perjalanan kehidupan Bung Karno, sekaligus menyaksikan secara langsung perubahan Indonesia dari masa ke masa.

Puluhan tahun setelah wafatnya Bung Karno pada 21 Juni 1970, nama dan warisan sejarah sang Proklamator masih terus menjadi bagian penting dari perjalanan bangsa. Kehadiran Dewi Soekarno di Istana pada peringatan kemerdekaan tahun ini pun kembali membuka ruang bagi masyarakat untuk mengenang sejarah, keluarga, serta jejak perjuangan Presiden pertama Republik Indonesia.

(Red/)

Redaksi Mata Lensa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *