“Danau Toba Anugerah Bangsa, Rapidin : Jaga Kelestariannya Wujud Nyata Pancasila”

“Danau Toba Anugerah Bangsa, Rapidin : Jaga Kelestariannya Wujud Nyata Pancasila”
Bagikan :

Samosir.Matalensa.co.id.PANGURURAN – Anggota DPR RI Rapidin Simbolon menyebut Danau Toba sebagai anugerah besar Indonesia yang keberlanjutannya harus dijaga bersama. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri kegiatan Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di Hotel Grand Dainang, Aek Rangat, Kelurahan Siogung-ogung, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Kamis 18/6/2026.

 

“Danau Toba merupakan anugerah besar yang dimiliki bangsa Indonesia. Karena itu, menjaga kebersihan, kelestarian, dan keberlanjutannya adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah,” ujar Rapidin di hadapan para relawan.

 

Menurutnya, merawat kawasan danau vulkanik terbesar di dunia itu merupakan bentuk nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai pelestarian tidak bisa dibebankan hanya kepada pemerintah. Kolaborasi berbagai pihak diperlukan, mulai dari pemerintah, tokoh adat, relawan, pemuda, hingga masyarakat luas untuk menjaga ekosistem dan lingkungan.

 

Rapidin menekankan peran strategis relawan dalam membangun kesadaran lingkungan dan memperkuat semangat gotong royong.

 

“Relawan harus menjadi contoh di tengah masyarakat. Mereka harus mampu menggerakkan warga untuk menjaga lingkungan, memperkuat persatuan, dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

 

Ia juga mengajak generasi muda lebih aktif terlibat dalam kegiatan sosial dan lingkungan yang mendukung pelestarian Danau Toba. Keterlibatan anak muda dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan destinasi pariwisata prioritas nasional tersebut.

 

Bagi Rapidin, menjaga Danau Toba bukan hanya soal melindungi lingkungan. “Ini juga soal menjaga warisan bangsa, memperkuat semangat gotong royong, serta memastikan manfaat ekonomi dan sosialnya tetap dirasakan masyarakat di masa depan,” tegasnya.

 

Perwakilan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Pusat, Galuh Ibrahim, yang hadir menyampaikan materi pada kegiatan yang sama, mengatakan penguatan relawan adalah upaya memperluas pembudayaan Pancasila hingga ke daerah.

 

“Relawan bukan hanya penyampai pesan kebangsaan, tetapi juga menjadi contoh dalam membangun budaya gotong royong, toleransi, kepedulian sosial, dan pelestarian lingkungan,” ujar Galuh Ibrahim.

 

Ia menambahkan, nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan dalam aksi nyata, termasuk menjaga lingkungan dan melestarikan budaya lokal. Danau Toba, menurutnya, memiliki nilai strategis tidak hanya dari sisi pariwisata dan ekonomi, tetapi juga sebagai warisan budaya yang harus dijaga bersama untuk pembangunan berkelanjutan.

 

Senada dengan Rapidin, tokoh masyarakat Samosir Oloan Simbolon menilai keterlibatan generasi muda sangat penting. Dengan kreativitas dan pemanfaatan teknologi, anak muda dinilai mampu menjadi pelopor kampanye pelestarian lingkungan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Danau Toba ke dunia.

 

(Ranto.S)

Redaksi Mata Lensa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *