Lapor Pak Kapoldasu, Diduga Gudang BBM Ilegal Milik “AS” Buang Limbah Sembarangan ke Parit

Lapor Pak Kapoldasu, Diduga Gudang BBM Ilegal Milik “AS” Buang Limbah Sembarangan ke Parit
Bagikan :

Medanlabuhan.Matalensa.co.id.-Warga Pasar Lama, Lingkungan 29, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, dibuat geram setelah menemukan parit di depan sebuah gudang diduga dialiri limbah solar. Gudang tersebut disebut-sebut milik AS, yang dikenal sebagai pemilik penampungan BBM ilegal di kawasan tersebut.

 

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (13/11/25). Seorang warga yang sedang berjalan kaki melihat cairan berwarna kehijauan mengalir di parit. Setelah didekati, baunya sangat menyengat, persis seperti bau solar.

 

Merasa curiga, warga itu kembali ke rumahnya untuk mengambil gayung dan ember. Ia lalu mengumpulkan sebagian limbah solar tersebut sambil memfoto dan merekam video sebagai bukti.

 

“Saya tengok minyaknya berserak di parit bang. Banyak kali baunya. Saya ambil ember biar ada bukti. Takut kali kami kalau ada puntung rokok jatuh, bisa terbakar semua kampung ini,” kata warga tersebut yang enggan namanya disebut.

 

Warga lainnya juga menguatkan bahwa gudang tersebut memang kerap diduga sebagai tempat penampungan BBM ilegal.

 

“Disini orang-orang sudah tau itu gudang BBM punya Bang AS. Tapi ya gitu bang, kami cuma warga kecil. Cuma bisa khawatir,” ujarnya.

 

Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Lokasi gudang berada sangat dekat dengan rumah penduduk. Jika terjadi percikan api atau kelalaian kecil, potensi kebakaran besar sangat mungkin terjadi.

 

Pada Jum’at (14/11), beberapa awak media turun langsung ke lokasi untuk memeriksa kebenaran informasi itu. Aroma solar tercium kuat di sekitar gudang. Parit yang seharusnya menjadi saluran air, berubah menjadi aliran limbah berbahaya.

 

Tak hanya soal limbah, warga juga mulai mempertanyakan sikap aparat penegak hukum yang dinilai tidak bergerak meski kejadian ini sudah mencuat dan meresahkan.

 

“Kami bingung bang, sudah jelas-jelas bahaya kali ini. Tapi Polres Belawan kok diam saja? Sampai sekarang belum ada penindakan. Apa nunggu ada korban dulu baru mau turun?” ujar salah satu warga dengan nada kecewa.

 

Warga berharap aparat yang berwenang segera bertindak tegas sebelum masalah ini berubah menjadi bencana bagi lingkungan dan keselamatan masyarakat.

 

(Red/Sunardi)

Redaksi Mata Lensa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *