Paguyuban MANHAJ RAHAYU SELAMAT Hadirkan Lahan Percontohan Pertanian Di Percut Seituan
Deliserdang.Matalensa.co.id.Membangun Kemandirian Ekonomi Umat Melalui Bawang Merah, Buah Naga, dan Pepaya California
Percut Sei Tuan, Sumatera Utara – Di tengah tantangan ekonomi dan kebutuhan akan ketahanan pangan nasional, Paguyuban Manhaj Rahayu Selamat terus menunjukkan komitmennya dalam membangun masyarakat yang mandiri, produktif, dan sejahtera melalui sektor pertanian.(Rabu/24/6/2026)
“Nama Manhaj Rahayu Selamat memiliki makna mendalam sebagai Ruang Pendidikan Keselamatan yang tidak hanya berfokus pada pembangunan ekonomi, tetapi juga pembentukan karakter, keimanan, dan kebermanfaatan bagi sesama. Melalui semangat gotong royong dan pembelajaran berkelanjutan, paguyuban ini mengembangkan lahan percontohan pertanian di wilayah Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang”.Ujar Pitutur
Lahan tersebut saat ini menjadi pusat pengembangan berbagai komoditas unggulan, di antaranya bawang merah, buah naga, dan pepaya California, yang diproyeksikan menjadi sumber ekonomi produktif bagi masyarakat sekitar.
Pertanian Sebagai Jalan Menuju Kemandirian
Dalam pandangan Paguyuban Manhaj Rahayu Selamat, pertanian bukan sekadar aktivitas bercocok tanam, melainkan bagian dari ibadah dan ikhtiar dalam memakmurkan bumi sebagaimana amanah Allah SWT.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:
“Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya.”
(QS. Al-Mulk: 15)
Nilai tersebut menjadi landasan utama dalam setiap langkah pengembangan pertanian yang dilakukan. Keimanan dan kehidupan sosial-ekonomi dipandang sebagai dua hal yang harus berjalan beriringan dan seimbang.
Pitutur mengatakan melalui berbagai wejangan, dan pendidikan nilai-nilai kehidupan yang terus disampaikan kepada anggota paguyuban, ditanamkan pemahaman bahwa keberhasilan bukan hanya diukur dari hasil panen, tetapi juga dari keberkahan, kejujuran, dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat luas.Ucapnya
Menjadi Lahan Edukasi dan Percontohan
Lahan pertanian yang dikembangkan di Percut Sei Tuan tidak hanya berfungsi sebagai lokasi produksi, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan pembelajaran bagi masyarakat, generasi muda, kelompok tani, maupun pelaku UMKM yang ingin mendalami sektor pertanian modern.
Penerapan teknik budidaya yang baik, penggunaan mulsa, pengelolaan lahan yang efektif, hingga pengembangan sistem pemasaran hasil pertanian menjadi bagian dari program yang terus dikembangkan.
Komoditas bawang merah dipilih karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan kebutuhan pasar yang stabil. Sementara buah naga dan pepaya California dikembangkan sebagai investasi pertanian jangka menengah dan panjang yang memiliki potensi keuntungan besar serta permintaan pasar yang terus meningkat.
Mewujudkan Kesejahteraan yang Berlandaskan Nilai Islam
Paguyuban Manhat Rahayu Selamat meyakini bahwa kesejahteraan sejati lahir dari keseimbangan antara iman, ilmu, amal, dan kerja keras.
Dengan semangat:
“Yakin, Usaha, Doa dan Tawakal adalah jalan menuju takdir terbaik dari Allah.”
Paguyuban ini terus mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadi pencari pekerjaan, tetapi juga menjadi pencipta peluang usaha yang mampu memberikan manfaat bagi banyak orang dan lahan pertanian ini akan terus dikembangkan,sehingga dari Paguyuban ini sudah memiliki lahan pertanian di beberapa titik lokasi seperti Percut Seituan,Sei Mencirim,Sukmo Hilang dan Lubuk Pakam.
Melalui pengembangan sektor pertanian, diharapkan akan lahir petani-petani modern yang berakhlak mulia, mandiri secara ekonomi, serta mampu menjadi bagian dari solusi dalam membangun ketahanan pangan dan kesejahteraan umat yang tentu hasil panen nya ini akan di pasarkan langsung ke masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau lebih murah dengan kualitas lebih baik.
” Harapan ke Depannya Keberadaan lahan percontohan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk melihat bahwa pertanian masih menjadi sektor strategis yang menjanjikan masa depan cerah apabila dikelola dengan ilmu, kesungguhan, dan keimanan.
Karena sesungguhnya, dari tanah tumbuh harapan, dari usaha lahir keberkahan, dan dari kebersamaan tercipta kesejahteraan.Pungkasnya Pitutur dari Paguyuban Manhaj Rahayu Selamat.
(Red/Rouses)

