Tak Perlu Lahan Luas, Delima Muzek Buktikan Stroberi Bisa Berbuah di Pekarangan Rumah
Simalungun.Matalensa.co.id – Siapa sangka buah stroberi yang selama ini identik dengan daerah pegunungan dan kawasan wisata dataran tinggi ternyata dapat tumbuh subur di pekarangan rumah. Hal tersebut dibuktikan oleh seorang petani sekaligus pecinta tanaman, Delima Muzek, yang berhasil membudidayakan tanaman stroberi di halaman rumahnya di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga maupun peluang usaha bernilai ekonomi.
Dari pantauan di lokasi, tanaman stroberi milik Delima Muzek tumbuh dalam pot dengan media tanam yang terawat. Beberapa buah tampak berwarna merah cerah dan siap dipanen, menandakan tanaman berada dalam kondisi sehat dan produktif.
Menurut Delima Muzek, budidaya stroberi membutuhkan ketelatenan sejak tahap awal penanaman. Proses dimulai dengan memilih bibit unggul yang sehat dan bebas dari serangan hama maupun penyakit.
“Pemilihan bibit menjadi salah satu faktor utama keberhasilan. Bibit yang baik akan menghasilkan tanaman yang kuat dan mampu berbuah dengan optimal,” ujarnya.
Dalam proses budidayanya, media tanam yang digunakan merupakan campuran tanah gembur, pupuk organik atau kompos matang, serta bahan pendukung yang mampu menjaga kelembapan tanah sekaligus memperbaiki sirkulasi udara pada akar tanaman.
Tanaman stroberi membutuhkan sinar matahari yang cukup, namun tetap memerlukan pengaturan kelembapan yang baik. Penyiraman dilakukan secara rutin terutama pada pagi atau sore hari agar tanaman tidak mengalami kekeringan.
Selain itu, pemupukan juga dilakukan secara berkala menggunakan pupuk organik untuk menjaga kesuburan tanaman dan merangsang pertumbuhan bunga hingga pembentukan buah.
Perawatan yang konsisten menjadi kunci utama keberhasilan budidaya stroberi. Pembersihan gulma, pengendalian hama, serta pemangkasan daun tua dilakukan secara rutin guna menjaga kesehatan tanaman.
Setelah memasuki masa pertumbuhan, tanaman mulai mengeluarkan bunga yang kemudian berkembang menjadi buah. Dalam kondisi perawatan yang baik, stroberi umumnya mulai berproduksi dalam waktu sekitar tiga hingga empat bulan setelah tanam.
Buah yang telah matang ditandai dengan warna merah cerah merata pada permukaan buah. Proses panen dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak tangkai maupun buah lainnya yang masih dalam tahap perkembangan.
Keberhasilan Delima Muzek membuktikan bahwa budidaya stroberi tidak harus dilakukan dalam skala besar maupun di kawasan wisata pertanian. Dengan teknik budidaya yang tepat dan perawatan yang baik, tanaman stroberi juga dapat tumbuh di pekarangan rumah dan menghasilkan buah berkualitas.
Selain memberikan manfaat ekonomi, budidaya stroberi di lingkungan rumah juga menghadirkan nilai edukasi bagi keluarga dan masyarakat sekitar mengenai pentingnya ketahanan pangan serta pemanfaatan lahan sempit secara produktif.
Pengamat pertanian menilai tren budidaya tanaman buah dalam pot (tabulampot), termasuk stroberi, memiliki prospek yang cukup baik. Selain mudah dipasarkan, buah stroberi juga memiliki nilai jual yang relatif tinggi dibandingkan beberapa jenis tanaman hortikultura lainnya.
Dengan semangat dan ketekunan yang ditunjukkan Delima Muzek, diharapkan semakin banyak masyarakat Kabupaten Simalungun yang tertarik mengembangkan budidaya tanaman produktif di pekarangan rumah sebagai langkah menuju kemandirian pangan dan peningkatan kesejahteraan keluarga.
(Red)

