Harap Waspada Keberadaan HARIMAU SUMATERA Didesa Durin Simbelang Pancurbatu

Harap Waspada Keberadaan HARIMAU SUMATERA Didesa Durin Simbelang Pancurbatu
Bagikan :

Deli Serdang.Matalensa.co.id. Warga di tiga kecamatan di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, geger setelah muncul laporan tanda-tanda keberadaan satwa liar diduga harimau sumatra. Laporan pertama diterima Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut sejak pertengahan September 2025.

 

Dari hasil pengecekan, petugas menemukan jejak yang diyakini milik harimau. Beberapa warga juga mengaku sempat melihat langsung sosok satwa tersebut dan mendengar suara aumannya. Tanda-tanda kemunculan harimau terdeteksi di delapan desa di tiga kecamatan, yakni Sibolangit, Pancurbatu, dan Kutalimbaru.

 

BBKSDA Sumut pertama kali menerima laporan dari warga Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Sibolangit, pada 17 September 2025. Warga mengaku melihat jejak harimau dan bahkan sempat melihat langsung hewan itu di kebun sekitar pukul 10.00 WIB. Petugas pun langsung turun ke lokasi untuk memeriksa temuan tersebut. Desa itu berjarak sekitar 4,4 kilometer dari kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan yang merupakan habitat alami harimau.

 

Beberapa hari kemudian, jejak serupa ditemukan di Desa Durin Simbelang, Kecamatan Pancurbatu. Tak berhenti di situ, laporan lain masuk dari Desa Tiang Layar, Pancurbatu, pada 24 September 2025. Warga menemukan jejak di tepi sungai dan melaporkan suara auman di malam hari.

 

Temuan berikutnya muncul di Desa Sembahe dan Desa Buah Nabar, Kecamatan Sibolangit, dua hari kemudian. Petugas memastikan jejak di lokasi tersebut memang menyerupai milik harimau. Warga di Dusun Namo Keling, Desa Sukadame, Kutalimbaru, juga sempat melaporkan mendengar auman keras dari arah hutan pada 28 September 2025.

 

Laporan terakhir diterima dari Desa Ujung Deleng dan Durin Serugun, Kecamatan Sibolangit, pada 30 September 2025. Warga mengaku melihat harimau di kebun sawit, namun petugas tidak menemukan jejak karena tanah tertutup daun tebal.

 

Untuk mengantisipasi konflik, petugas BBKSDA bersama tim gabungan melakukan patroli dan menghalau satwa dengan suara petasan di beberapa titik. Hingga 1 Oktober 2025, tidak ada lagi laporan baru mengenai tanda-tanda kemunculan harimau.

 

“Diduga satwa tersebut telah kembali ke habitatnya di kawasan Tahura Bukit Barisan melalui jalur kebun masyarakat,” kata Kepala Bagian Tata Usaha BBKSDA Sumut, Andar Abdi Saragih, Selasa, 7 Oktober 2025.

 

BBKSDA Sumut mengimbau warga agar tetap waspada, tidak pergi ke kebun sendirian, serta menjaga ternak agar tidak memancing konflik dengan satwa liar. Lembaga itu juga mengingatkan, konflik antara manusia dan harimau menjadi salah satu ancaman serius bagi keberlangsungan spesies langka tersebut di alam liar.

 

( Red/Krn )

Redaksi Mata Lensa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *